Secretly
Friday, October 27th, 2006Ah saya naïf sekali menganggap udara vakum ada artinya. Kalo gelas tidak berisi air itu artinya kosong. Ngga kurang ngga lebih. Kalo orang ngomong doang ya artinya kosong, kecuali ada tindakan lain. Betul toh? Loh kok jadi marah? Nggak sih, cuma setelah sekian lama mengganggap diri sendiri ini realistis dan ngga emosian (yea right!), nyatanya tadi pagi saya bangun dengan keadaan marah.
Cuma satu kalimat di kepala “WTF am I doing to myself?”. Saya tau ini bikin cape hate. Tau kalo saya bakal jadi pihak yang begadang dan menggila, tapi teteeep aja begini. Tunggu hari rabu, toh kamu akan ketemu pengacara-pengacara ganteng di salah satu mall terkenal di ibu kota. Loh apaan sihhh ini? tadi kan lagi ngomongin emotional drought, ckckck, dasar rajanya OOT. Hmm.. saya lelah. Seperti lari keliling sabuga 20 keliling dengan kebiasaan hidup yang penuh asap rokok. Seperti nyetir mobil di Bandung dikala weekend. Seperti baca buku the Pickwick Papers yang penuh deskripsi tapi ujungnya garing.
Saya letih. Mungkin ini saatnya untuk berhenti.
And what I mean by secretly is secretly falling apart. terribly and extremely.