Bumi Manusia, Pembawa Perubahan..
Pramoedya Ananta Toer namanya..
Waktu saya SMU, teman saya, Japra, asik baca Bumi Manusia di ruang OSIS sampe lupa makan, jadi karena penasaran, saya akhirnya pinjem, jaman itu saya cuma baca novel sebangsa John Grisham, Michael Crichton, dan Mary Higgins Clark, dan berhubung dulu masih SMU dan masih anak gaoll (coba di-Google, SMU 5 Bandung, SMU paling gaooul yg banyak menelorkan artis2 lokal, hehehe) saya males baca-baca buku Indonesia, mindset saya dulu western sekali, baca majalah Dolly, buku2 luar, denger lagu berlirik asing, uuuh betapa membosankan! Dulu saya ngga tau Chairil Anwar punya banyak puisi bagus (coba baca Cintaku Jauh di Pulau, it’s my favorite!), ga tau Ayu Utami, Dewi Lestari dan penulis2 wanita Indonesia ngga kalah dari Sophie Kinsella dan Candace Bushnell..
Tapi sejak saya baca Bumi Manusia, saya jadi ketagihan baca literatur Indonesia! ga tanggung-tanggung tetralogi abis dibabat dalam dua minggu, diteruskan Gadis Pantai, Arus Balik yang setebal batu bata, dan beberapa essay pendek karangannya..
Saya suka kata2 Minke di Anak Semua Bangsa: "Ya, Ma, kita sudah melawan, Ma, biarpun hanya dengan mulut." gila! brilian! betapa ajaibnya pengaruh kata-kata dan buku-buku yang kita baca! pantesan dulu tahanan politik kalo ketauan baca secarik kertas aja bisa dipukulin..
Oiya, dan saya suka bagaimana dia cerita pengalamannya diasingkan sampai ke Pulau Buru. Saya bencii denger koleksi buku dan arsip tulisannya dibakar oleh tentara! Kurang ajar! membakar buku-buku, jahat sekali!
Tadinya saya ga mau tahu soal perjuangan bangsa Indonesia, ahh sebodo! Nah mungkin ini dia cara pandang remaja Indonesia pada umumnya tentang bangsanya, seperti saya waktu SMU, how unbelievably ignorant! tapi sejak saya baca buku Pramoedya, saya mulai tertarik baca2 tentang Indonesia, dari Soekarno dan demokrasi terpimpinnya, sampe cerita-cerita yang dulu banyak ditutup-tutupi pada masa orde baru, ah presiden-presiden kita ini, ckckck.. duh sok tahu!padahal saya ngga suka politik lho, sok kasih komentar!
But i still think politicians just ARGUE, they don’t think.. ^_^ maap ya kalo ada yg tersinggung, saya kan orang awam.. hehehe..
Pada intinya, aduh apa ya! hahaha ngelantur lagi deh, maklum ini krisis seperempat abad, pokonya saya bangga, bapak kita satu ini adalah pembuat perubahan, setidaknya di hidup saya, dia (peraih Nobel Prize lho!) ngga takut untuk berbicara apa yang ada di kepalanya dan bikin perubahan dari goresan pena, ahh saya cuma orang biasa, tapi saya ingin seperti dia..
(ps: the photo was given by Citra, thx!)
April 14th, 2006 at 6:29 am
Seandainya blm dibakar tentara, I’d kill to get the sequel of Gadis Pantai!! Emang tuh tentara jahanaaaam…
January 16th, 2008 at 10:17 pm
baru tau lu suka baca jg Cit..
ni tambahan ttg Pramoedya Ananta Toer… just as WikiSays!
http://id.wikipedia.org/wiki/Pramoedya_Ananta_Toer or dalam 8 bahasa yang laen…
lepas dari sosok kontroversinya Pramoedya Ananta Toer memang patut tuk dikagumi…
anw, pa kabar?!
add gw napa.
OR add
y!m gw: aples1312
- DeDi [A+]©2008 -
http://www.friendster.com/dreiziger